5 / 10 Reviews

Dupa Bali Wangi Untuk Persembahyangan & Aktivitas Keagamaan

Saat melakukan aktivitas-aktivitas keagamaan, masyarakat Hindu di Bali tentu tidak bisa lepas dari penggunaan dupa dengan bebauan yang wangi dan harum.

Penggunaan dupa Bali wangi dan harum inihampir setiap hari dapat dijumpai dalam kehidupan masyarakat Bali, khususnya saat melakukan ritual mebanten canang dan persembahyangan.

Harga Dupa Bali

Bau yang wangi dan harum dari dupa dapat memberikan ketenangan pada pikiran dan jiwa. Pikiran dan jiwa yang tenang inilah yang akan membawa seseorang menjadi lebih khusyuk di dalam melakukan aktivitas persembahyangan.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat Bali selalu menggunakan dupa saat melakukan aktivitas-aktivitas keagamaan.

Makna Dupa Dalam Persembahyangan

Dupa Bali Grosir

Selain menawarkan ketenangan pikiran dan jiwa, penggunaan Dupa dalam persembahyangan juga memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Hindu di Bali.

Dupa dengan api yang menyala merupakan simbol atau lambing dari Agni, yang mana itu memiliki fungsi:

  1. Sebagai perantara penghubung antara pemuja dengan yang dipuja.
  2. Sebagai pembasmi segala hal bersifat kotor dan pengusir roh jahat.
  3. Sebagai saksi dalam pelaksanaan upacara.
Makna Dupa Bali

Dalam upacara keagamaan di Bali, seringkali penggunaan dupa juga dijumpai pada para pemimpin agama atau pendeta. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa Dupa berasal dari Wisma, yang berarti alam semesta dan asapnya secara perlahan-lahan bergerak ke atas menuju Angkasa.

Dupa yang menyala ini dilambangkan sebagai penuntun umat agar menyalakan api dalam raga dan menggerakannya menuju Ida Sanga Hyang Widhi.

Simbol Dupa Berdasarkan Jumlah Penggunaannya

Jual Dupa Denpasar

Dalam penggunaannya, masyarakat atau pemimpin agama Hindu di Bali umumnya menggunakan dupa dengan jumlah yang berbeda-beda dalam setiap upacara yang berbeda.

Jumlah dupa yang dipakai memiliki simbol dan tujuan tersendiri dalam pelaksanaan persembahyangan.

  • Penggunaan dupa dengan jumlah 1 batang biasanya untuk persembahan umum di kawasan suci di dalam rumah, misalnya: saat mebanten canang.
  • Penggunaan dupa dengan jumlah 3 batang biasanya untuk persembahan umum di kawasan suci di luar rumah, seperti: pura dan tempat suci lainnya.
  • Penggunaan dupa dengan jumlah 5 batang biasanya untuk persembahan di kawasan perjuangan atau dagang.
  • Penggunaan dupa dengan jumlah 7 batang biasanya untuk persembahan dengan permohonan sseuatu secara spesifik.
  • Penggunaan dupa dengan jumlah 9 batang biasanya untuk pelaksanaan puja mantra kepada para Ista Dewata.
  • Penggunaan dupa dengan jumlah 11 batang biasanya untuk persembahan seluruh penjuru alam semesta, memohon agar semua makhluk dapat menerima kebahagiaan.